Gundik dalam Sunyi
Gundik dalam Sunyi
Hanny Miftakhul S.
Di sudut kelam pojok ruang,
Gundik menari, di tepi duka.
Di balik tirai, telinga yang bising,
Cinta terpendam, pilu yang nyata.
Dulu dia permaisuri di hati sang narapati,
Kini hanya bayang, di pelukan fana.
Senyumnya pahit, bagai candu kelabu,
Setia menanti, meski hati pilu.
Oh, gundik, permata dalam sunyi,
Cintamu bagai bara, tak pernah mati.
Di antara marmer dan gemerlap malam,
Kau tulis kisah, dalam diam yang kelam.
Namun di relung, kau tetap menjulang,
Wanita yang kuat, di balik bayang.
Derita tak pernah usai,
Cinta dan luka, selamanya bersemai.
Komentar
Posting Komentar